Senin, 01 Desember 2014

Sebuah Entah, Hih!

        Sepertinya sih, blog ini sudah usang tak terjamah oleh pemiliknya. Ataukah selama ke”vakuman” itu sang tuan sedang berkelana dengan kerasnya kehidupan? Ataukah selama ke”vakuman” itu sang tuan telah lupa akan yang namanya “keresahan”? Entahlah. Yang pasti, setiap jari-jemari ini bersetubuh dengan jeritan sebuah keyboard laptop ASUS A42J yang melahirkan tulisan di blog ini, itu tandanya sang “tuan” sedang resah.
        Postingan terakhir sebelum ini sepertinya menjadi saksi, bahwa tulisan menjadi pelampiasan sebuah amarah yang tak tertahan layaknya kamu kebelet pipis pas lagi ujian. Tapi membaca kembali tulisanku dulu yang judulnya -Aku sih menyebutnya "LEVEL"- sungguh Hem. Yang nulis aja ngakak liatnya, apa lagi kalian, Hih! Malu sih bacanya, tapi santai aja, tulisan yang lalu ga akan dihapus kok. Kalo kata ukhti Dian Sastro yang cantik itu di Mini Drama AADC Line “Waktu tidak pernah berjalan mundur... Dan hari tidak pernah terulang...Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru...”. Nah... kata ukhti Dian Sastro yang ga mirip Febrianti Dian(red:MC Kondang UNY sek dilit meneh dilamar) itu sangat pas untuk disetujui bukan? Karena manusia memiliki jalan cerita hidupnya masing-masing. Begitupun denganku saat ini, entah kapan hilangnya dan yang hilang apaan? Begitupun dengan yang ditemukan? Entahlah. Tapi yang jelas aku selalu ngakak setiap teman primordialku Finlam Kurniasih yang punya NIM dua tujuh itu selalu menanyakan hal yang sama kepada setiap orang yang dia rasa telah mengalami hal begituan, pasti dia mengucapkan dua kata dengan nada rendah dan muka polos tak bersalahnhya itu dengan berkata... “Secepat Itukah?” . Lha mbuh pin -_- Lha nyatane ngono kuiii.... Mungkin pippin (“p”-nya dua ditengah) terlalu membandingkan kisah orang-orang di sekitarnya dengan kisahnya di salah satu SPBU di S*n*ol* Kulon Progo (red:Sentolo; Maap harus di sensor biar ga pada tahu).
        Tulisan ini dibuat bukan untuk wanita pengguna Kispray 3 in 1 yang menggunakan sebaik-baik waktunya berlatih untuk menjadi ibu di masa depan. Tulisan ini juga tidak dibuat untuk wanita yang ingin berjualan ayam di semester depan. Tulisan ini terpaksa muncul karena adanya dorongan stimulus tulisan di blog duluan dari tante kesepian(red:Rashintia Afra Nadanadasumbang). Finlam dan Tante, dua orang yang mengajarkanku tentang teknik-teknik silat lidah yang berujung ghibah -_-. Ataukah aku yang sebaliknya? Entahlah. Hahaha..

        Tulisan ini hanya seru-seruan aja. Yang seharusnya aku tulispun akhirnya tidak jadi aku lanjutkan, mengingat lambaian beberapa tugas yang harus aku selesaikan malam ini. Nampaknya aku harus menyimpan cerita yang harus aku ceritakan itu nanti saja. Cukup melegakan, tunggu saja postingan berikutnya ... rekan...


3 komentar:

  1. hahahahahahahaha ......... Triiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikk !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantes Baru sejam udah banyak viewer, ternyata di kepo mai -_-

      Hapus
  2. nyet nyet nyet:3 pagi-pagi giniiiiiiiiiiiiiiiiii, ah setidaknya saya memberimu semangat untuk mengumpat saya balik haha ^^

    BalasHapus