Sepertinya sih, blog ini sudah usang tak
terjamah oleh pemiliknya. Ataukah selama ke”vakuman” itu sang tuan sedang
berkelana dengan kerasnya kehidupan? Ataukah selama ke”vakuman” itu sang tuan
telah lupa akan yang namanya “keresahan”? Entahlah. Yang pasti, setiap
jari-jemari ini bersetubuh dengan jeritan sebuah keyboard laptop ASUS A42J yang
melahirkan tulisan di blog ini, itu tandanya sang “tuan” sedang resah.
Postingan terakhir sebelum ini
sepertinya menjadi saksi, bahwa tulisan menjadi pelampiasan sebuah amarah yang
tak tertahan layaknya kamu kebelet pipis pas lagi ujian. Tapi membaca kembali tulisanku
dulu yang judulnya -Aku sih menyebutnya "LEVEL"- sungguh Hem. Yang nulis
aja ngakak liatnya, apa lagi kalian, Hih! Malu sih bacanya, tapi santai aja,
tulisan yang lalu ga akan dihapus kok. Kalo kata ukhti Dian Sastro yang cantik
itu di Mini Drama AADC Line “Waktu tidak pernah berjalan mundur... Dan
hari tidak pernah terulang...Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru...”.
Nah... kata ukhti Dian Sastro yang ga mirip Febrianti Dian(red:MC Kondang UNY sek
dilit meneh dilamar) itu sangat pas untuk disetujui bukan? Karena manusia memiliki
jalan cerita hidupnya masing-masing. Begitupun denganku saat ini, entah kapan
hilangnya dan yang hilang apaan? Begitupun dengan yang ditemukan? Entahlah.
Tapi yang jelas aku selalu ngakak setiap teman primordialku Finlam Kurniasih
yang punya NIM dua tujuh itu selalu menanyakan hal yang sama kepada setiap
orang yang dia rasa telah mengalami hal begituan, pasti dia mengucapkan dua
kata dengan nada rendah dan muka polos tak bersalahnhya itu dengan berkata... “Secepat
Itukah?” . Lha mbuh pin -_- Lha nyatane ngono kuiii.... Mungkin pippin (“p”-nya dua ditengah) terlalu
membandingkan kisah orang-orang di sekitarnya dengan kisahnya di salah satu SPBU
di S*n*ol* Kulon Progo (red:Sentolo; Maap
harus di sensor biar ga pada tahu).
Tulisan ini dibuat bukan untuk wanita
pengguna Kispray 3 in 1 yang menggunakan sebaik-baik waktunya berlatih untuk
menjadi ibu di masa depan. Tulisan ini juga tidak dibuat untuk wanita yang
ingin berjualan ayam di semester depan. Tulisan ini terpaksa muncul karena adanya
dorongan stimulus tulisan di blog duluan dari tante kesepian(red:Rashintia Afra
Nadanadasumbang). Finlam dan Tante, dua orang yang mengajarkanku tentang
teknik-teknik silat lidah yang berujung ghibah -_-. Ataukah aku yang
sebaliknya? Entahlah. Hahaha..
Tulisan ini hanya seru-seruan aja. Yang
seharusnya aku tulispun akhirnya tidak jadi aku lanjutkan, mengingat lambaian
beberapa tugas yang harus aku selesaikan malam ini. Nampaknya aku
harus menyimpan cerita yang harus aku ceritakan itu nanti saja. Cukup
melegakan, tunggu saja postingan berikutnya ... rekan...