Sabtu, 30 November 2013

GADGET

            Mendekatkan anda dengan yang terjauh, menjauhkan anda dengan yang terdekat. Mungkin kata itu memang tepat untuk disematkan pada alat canggih yang akrab dengan kehidupan manusia di era modern kali ini. Gadget memang memanjakan kita untuk menemui segala hal dengan hanya mengoperasikan alat tersebut dimanapun dan kapanpun. Tapi terkadang manusia sendiri tak sadar efek yang secara tidak langsung terdapat pada benda kecil itu. Saya sendiri baru menyadari efek negatif dari gadget ini ketika saya mau ganti gadget yang lebih canggih, rencananya sih seperti itu. Namun apa mau dikata setelah dapet uang penjualan gadget lama, belum sempat dijual uangnya sudah dipakai buat hal lain. Maklum, namanya aja mahasiswa hahaha. Karena hitung-hitungan dengan uang yang sisa, akhirnya saya beli handphone standar yang sangat jauh kecanggihannya dengan gadget saya yang baru dijual itu. Pada awalnya, saya sangat kagok dan bingung akan melakukan hal apa. Biasanya saya selalu pegang gadget dan melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan gadget saya, namun kali ini saya serba bingung karena saya tidak mungkin melakukan hal yang sama dengan handphone baru saya ini. Nah, pada saat itulah saya sadar bahwa ternyata selama ini saya terlalu tergantung dan dimanjakan oleh kecanggihan dari sebuah gadget.

            Dari hal yang sebenarnya tidak sengaja tersebut, saya jadi tahu bahwa selama ini banyak kegiatan positif yang saya lewatkan gara-gara tidak dewasa dalam penggunaan gadget. Selama ini secara tidak sadar saya memang dapat berkomunikasi secara intens terhadap orang-orang yang keberadaannya jauh dari saya, namun disisi lain saya justeru mengabaikan dan cenderung tidak peka terhadap orang-orang disekitar saya. Ironis sekali memang, keberadaan gadget jika tidak dewasa dalam penggunaannya dapat mengubah kualitas hubungan seseorang. Apalagi gadget ini terkadang dapat membuat saya lupa waktu, bahkan asyiknya bermain gadget dapat membuat saya lupa akan tugas-tugas saya yang sebenarnya menumpuk. Mungkin kejadian saya gagal membeli gadget yang lebih canggih adalah teguran dari Allah. Saya mungkin terlalu mengikuti trend yang ada tanpa melihat suatu fungsi dari apa yang saya beli tersebut. Tetapi walaupun banyak hal negatif yang terdapat pada dampak penggunaan gadget, bukan berarti kita harus phobia terhadap keberadaan gadget. Saya sendiripun masih ingin membeli sebuah gadget canggih, namun mungkin saya harus lebih dewasa dalam penggunaannya. Banyak hal positif yang dapat kita raih dalam penggunaan gadget, jadi ya jangan takut untuk memiliki gadget. Cukup untuk dewasa saja dalam menggunakannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar